Tuesday, May 24, 2011

Just Want to Share

Indonesian Version

Mana yang lebih penting menurut pendapat Anda; Mengelola Waktu atau Mengelola Diri? Di sekolah-sekolah management terkemuka, Time Management dibahas dalam modul khusus. Tetapi, adakah kurikulum sekolah tingkat dunia yang memiliki modul Self Management? Hal ini menandakan jika kita lebih memperhatikan teknik-teknik Mengelola Waktu daripada Mengelola Diri. Itulah sebabnya mengapa meski sudah belajar banyak, kita tidak pernah berhenti mengeluhkan tentang waktu.

Firman Tuhan menyatakan bahwa kualitas waktu seseorang sangat ditentukan oleh kualitas dirinya sendiri. Bukan sebaliknya. Meskipun seseorang memiliki waktu yang banyak, “Jika dia tidak beriman”, demikian firman Tuhan, “Maka manusia berada dalam kerugian”.

Bahkan iman pun belum cukup. Jika dia tidak melakukan amal saleh, maka dia juga rugi. Artinya, bukan Mengelola Waktu yang paling menentukan hidup seseorang, melainkan ‘Mengelola Diri’. Hal ini berlaku di kantor, di rumah, dan dimana saja. Mengapa demikian? Inilah 5 faktor penentunya.

1. Waktu Anda besifat netral, sedangkan diri Anda bersifat sentral. Tidak ada mahluk yang lebih adil daripada waktu. Jumlah waktu yang Anda dapatkan sama persis seperti yang orang lain dapatkan, bukan? Diri Andalah yang menjadi titik sentral paling menentukan apakah waktu Anda berharga atau sia-sia. Anda boleh berleha-leha, atau bekerja keras. Anda boleh mengerjakan aktivitas yang bermanfaat, atau berkutat dengan kesia-siaan. Tinggal Anda tentukan sendiri; apa yang menjadi prioritas utama dalam hidup Anda. Sekedar permainan dan senda gurau? Atau memupuk amal, perbuatan, dan kegiatan produktif yang memberi makna kepada hidup Anda?

2. Waktu Anda terbatas, sedangkan kapasitas diri Anda belum ketahuan batasnya. “Aku tak punya waktu!” begitu orang biasa mengeluhkan. Padahal semua orang juga tahu jika dia punya 24 jam sehari. Anehnya lagi; dia membuang-buang waktu yang terbatas itu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Tetapi, apakah Anda sudah mengetahui dimana batas kapasitas diri Anda? Setahu saya, belum ada orang yang mampu mengenali batas maksimal potensi dirinya. Jika Anda berkutat dengan waktu, maka pasti ada banyak keterbatasan. Tetapi jika bersedia belajar mengoptimalkan potensi diri, maka Anda tidak akan pernah kekurangan bahan bakar untuk terus menghasilkan karya terbaik dalam hidup.

3. Kualitas pekerjaan Anda, bukan berapa lama Anda mengerjakannya. Coba perhatikan, berapa lama Anda mengerjakan tugas-tugas Anda di kantor. Banyak orang yang bekerja sedemikian lamanya, namun produktivitasnya tetap saja rendah. Mengapa bisa begitu? Karena masih banyak orang yang mengira bahwa semakin lama mengerjakannya, semakin terlihat bagus konditenya. Makanya banyak orang yang berlama-lama di kantor namun tidak jelas apa yang dikerjakannya. Berfokuslah kepada kualitas kerja Anda, maka dalam 8 jam yang Anda habiskan dikantor, Anda bisa menghasilkan lebih banyak karya nyata. Itulah prinsip fundamental produktivitas kerja.

4. Manfaat pekerjaan Anda, bukan jumlah waktu yang Anda berikan. Pernahkah Anda mengukur nilai manfaat dari setiap aktivitas Anda? Banyak orang yang meluangkan waktu begitu banyak untuk hal-hal yang sia-sia, dan menunda-nunda hal-hal yang sangat penting. Ini bukanlah soal memenuhi kesenangan, melainkan soal prioritas hidup. Apakah Anda akan memprioritaskan aktivitas yang memberi manfaat kepada orang banyak atau mendahulukan ego belaka. Sudah saatnya untuk benar-benar menyadari bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dipenuhi oleh kesia-siaan. Sedangkan setelah kehidupan ini berakhir, ada sebuah sidang pertanggungjawaban.

5. Perpanjangan jumlah amal Anda, bukan perpanjangan waktu. Waktu tidak pernah bisa diperpanjang, termasuk dalam pertandingan sepak bola sekalipun. Tetapi Anda bisa memperpanjang jumlah amal dengan cara menggunakan waktu untuk saling menasihati dalam melakukan kebaikan dan mengurangi keburukan. Ketika seseorang berbuat baik sesuai dengan ajakan Anda, maka pahalanya mengalir terus. Ketika dia berhenti berbuat keburukan seperti yang Anda nasihatkan, maka pahalanya juga terus Anda dapatkan; bahkan sekalipun Anda sudah meninggal. Waktu tidak bisa diperpanjang. Tetapi amal baik setiap umat manusia, bisa menjadi investasi abadi.

Mari berhenti mengeluhkan tentang terbatasnya waktu. Karena berapapun waktu yang kita miliki tidak akan pernah kita anggap cukup. Mulailah ‘Mengelola Diri’ dengan berfokus kepada ‘apa yang kita lakukan’ dalam waktu yang serba terbatas ini. Karena tindakan kita dalam mengisi waktu itulah yang akan menentukan apakah kita memiliki daya saing yang tinggi atau tidak? Karena setiap tindakan kita menentukan apakah di akhirat kelak kita akan memiliki limpahan waktu untuk bersenang-senang. Atau terlalu banyak waktu untuk menanggung kemarahan Tuhan.



Mari Berbagi Semangat!


English Version (from google translate)

Which is more important in your opinion; Managing Time or Managing Yourself? In the leading management schools, Time Management module is discussed in particular. But is there world-class school curriculum that has a module Self Management? This indicates if we pay more attention to the techniques of Managing time rather than Self Managing. That is why despite having learned a lot, we never stop complaining about the timing.

God states that the time quality of someone's is largely determined by the quality of her own. Not vice versa. Although a person has a lot of time, "If he does not believe", thus saith the Lord, "And man is in loss".

Even the faith was not enough. If he does not do good works, then he is also a loss. That is, not the most decisive time Managing one's life, but 'Managing Self'. This applies in the office, at home, and anywhere. Why is that? These five determinants.



1. Your time is neutral, while you are central. There is no creature that is more equitable than the time. The amount of time that you get exactly the same as other people get, right? Self is you who becomes the most central point of determining whether your time is valuable or useless. You can lounge inattentive, or work hard. You can do a useful activity, or struggling with the futility. Stay you set yourself, what is a top priority in your life. Just a game and a joke? Or cultivate charity, deeds, and productive activities that give meaning to your life?

2. Your time is limited, while the capacity you have not caught a limit. "I do not have time!" So common people complained. And everyone also knew that if he had 24 hours a day. Surprisingly again, he's wasting the limited time for things that are not useful. But, if you already know where the capacity limit yourself? To my knowledge, no one is able to recognize a limit on her potential. If you are struggling with time, then surely there are many limitations. But if you are willing to learn to optimize the potential of yourself, then you will never lack of fuel to produce the best work in life.

3. The quality of your work, not how long you work. Take a look, how long you work on your tasks at the office. Many people who worked so long, but productivity is still low. Why is that? Because there are still many people who think that the longer work, getting good looks konditenya. So many people who linger in the office but it is unclear what he was doing. Focus on the quality of your work, then in 8 hours you spend at the office, you can generate more real work. That's the fundamental principle of work productivity.

4. Benefits of your job, not the amount of time that you provided. Have you measure the value of benefits from every interaction you have? Many people who spend so much time for things in vain, and putting off things that are very important. This is not about to meet pleasure, but about life's priorities. Are you going to prioritize the activities that are beneficial to the people or putting sheer ego. It's time to really realize that life is too short to be filled by the futility. Meanwhile, after this life ends, there is an accountability session.

5. Extension of the amount of your charity, not an extension. Time can never be extended, including the football game though. But you can extend the number of charities with a way to use the time to admonish one another in doing good and reduce bad. When someone is doing good in accordance with your invitation, then the reward is kept flowing. When he stops doing evil as you advise, then the reward is also kept you get, even though you've died. Time can not be extended. But good deeds every human being, can become eternal investment.

Let's stop complaining about the limited time. Because any time we have we think will never be enough. Begin 'Managing Self' by focusing on 'what we do' in this limited time-paced. Because of our actions in filling that time will determine whether we have a highly competitive company or not? Because each of our actions in the hereafter determine whether we will have an abundance of time to have fun. Or too much time to bear the wrath of God.



Let's Share the Spirit!

0 comments: